26 Mei 2026 - 19:28
Muslim Amerika Berkumpul Hadapi Gelombang Kebencian dan Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Ribuan Muslim Amerika menghadiri konferensi tahunan Islamic Circle of North America di Baltimore, Amerika Serikat, dalam suasana keprihatinan atas meningkatnya Islamofobia dan kekerasan terhadap komunitas Muslim.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Ribuan Muslim Amerika menghadiri konferensi tahunan Islamic Circle of North America di Baltimore, Amerika Serikat, dalam suasana keprihatinan atas meningkatnya Islamofobia dan kekerasan terhadap komunitas Muslim. Lebih dari 25 ribu Muslim Amerika mengikuti pertemuan tahunan tersebut, yang digelar hanya beberapa hari setelah serangan bersenjata ke sebuah pusat Islam di San Diego. Dalam serangan itu, tiga orang dilaporkan gugur setelah dua pelaku bersenjata menembaki para jamaah.

Para pembicara konferensi menyebut para korban sebagai simbol keberanian dan meminta komunitas Muslim mengubah duka menjadi aksi sosial dan politik. Lena Masri, pengacara Dewan Hubungan Amerika-Islam, menegaskan bahwa umat Islam tidak hanya membutuhkan belasungkawa, tetapi juga tekad dan keteguhan.

Dalam pertemuan itu, isu pembelaan terhadap hak-hak sipil Muslim menjadi salah satu perhatian utama. Para pembicara menegaskan bahwa sebagaimana para korban San Diego membela ruang fisik komunitas Muslim seperti masjid, sekolah, dan jamaah, kini masyarakat Muslim Amerika juga harus membela ruang sipil mereka, termasuk hak beribadah, berbicara, berorganisasi, dan membela Palestina.

Dukungan terhadap Palestina dan Gaza juga menjadi salah satu poros utama konferensi. Simbol-simbol Palestina seperti keffiyeh, bendera Palestina, dan gambar semangka tampak di berbagai sudut acara. Para peserta juga menuliskan pesan solidaritas pada tenda yang akan dikirim ke Gaza melalui lembaga kemanusiaan.

Sejumlah aktivis mengaitkan meningkatnya Islamofobia di Amerika dengan dukungan politik terhadap rezim Israel dan kebijakan agresifnya di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon. Mereka juga menyinggung tekanan terhadap para pendukung Palestina, termasuk kebijakan pemerintahan Donald Trump terhadap warga non-Amerika yang mengkritik Israel.

Penyelenggara konferensi menyatakan bahwa langkah-langkah keamanan diperketat setelah serangan San Diego. Mereka menegaskan bahwa komunitas Muslim Amerika akan terus menggunakan jalur hukum dan konstitusional untuk membela hak-hak mereka serta melawan kebencian dan diskriminasi.

Your Comment

You are replying to: .
captcha